Adab Memotong Hewan


Beberapa hari ke belakang, kita disibukkan dengan daging-daging hewan qurban. Memotong hewan, boleh jadi sudah menjadi hal biasa bagi Anda yang sempat merasai pekerjaan sebagai ‘tukang jagal’. Tapi tidak sedikit orang-orang di sekitar kita yang belum pernah ‘mengecap nikmatnya’ memotong hewan.

Coba tanyakan kepada istri atau saudara perempuan Anda tentang memotong hewan, saya yakin kebanyakan mereka akan mengatakan kasihan hewan yang dipotong. Wajar memang, karena perasaan wanita cenderung lebih mudah tersentuh jika dibandingkan dengan pasangannya. Tapi pernahkah anda mengamati proses pemotongan hewan qurban di kampung, khususnya pada saat proses penyembelihan. Jika belum pernah ada baiknya anda coba berjalan ke kampung-kampung untuk menyaksikan proses penyembelihan hewan tersebut. Hal ini saya sarankan bagi anda yang merasa benar-benar sanggup melihat pemotongan hewan dan anda mau peduli dengan adab-adab memotong hewan.

Pengalaman, beberapa kali menyaksikan pemotongan hewan qurban yang dilakukan di kampung. Hatiku benar-benar miris dan sedih melihat cara pemotongan yang kurang beradab. Adalah benar, tujuan kita memotong hewan adalah untuk mematikannya, tapi kita juga harus menggunakan kasih sayang dalam prosesnya. Jika hewan yang belum mati sudah dipotong kaki-kakinya, lalu dimanakah letak kasih sayangnya?

Pengalaman seperti itu tidak hanya saya alami sekali-dua kali, tapi sudah berkali-kali. Nastaghfirulloh, semoga Alloh mengampuni ketidakberdayaan kami.

Berikut ini adab-adab dalam memotong hewan qurban:

1.       HARAM MENYEMBELIH UNTUK SELAIN ALLAH

Abu Thufail Amir bin Watsilah berkata : Aku berada di sisi Ali bin Abi Thalib, lalu datanglah seseorang menemuinya, orang itu bertanya : ‘Apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada merahasiakan sesuatu kepadamu?

Abu Thufail berkata : Mendengar ucapan tersebut, Ali marah dan berkata : Tidaklah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam merahasiakan sesuatu kepadaku yang beliau sembunyikan dari manusia kecuali beliau telah menceritakan padaku empat perkara : Orang itu berkata : Apa itu yang Amirul Mukminin ?’ Ali berkata : Beliau bersabda :

Artinya : Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah dan Allah melaknat orang yang memberi tempat bagi orang yang membuat bid’ah dan Allah melaknat orang yang merubah tanda-tanda di bumi.

2.       BERBUAT KASIH SAYANG KEPADA HEWAN (KAMBING)

Dari Qurrah bin Iyyas Al-Muzani : Bahwa ada seorang lelaki berkata : Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mengasihi kambing jika aku menyembelihnya. Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : Jika engkau mengasihinya maka Allah merahmatinya.

3.       BERBUAT BAIK (IHSAN) KETIKA MENYEMBELIH

Dengan melakukan beberapa perkara :
[a]. Menajamkan Parang

Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Dua hal yang aku hafal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau berkata.

Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh (dalam qishah,-pent) maka berbuat ihsanlah dalam cara membunuh dan jika kalian menyembelih maka berbuat ihsanlah dalam cara menyembelih, dan hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan parangnya dan menyenangkan sembelihannya.

[b]. Menjauh Dari Penglihatan Kambing Ketika Menajamkan Parang

Dalam hal ini ada beberapa hadits di antaranya.

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengamati seorang lelaki yang meletakkan kakinya di atas pipi (sisi) kambing dalam keadaan ia mengasah perangnya sedangkan kambing tersebut memandang kepadanya, maka beliau mengatakan:

“Tidaklah diterima hal ini. Apakah engkau ingin benar-benar mematikannya. (dalam riwayat lain : Apakah engkau ingin mematikannya dengan beberapa kematian).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata.

“Jika salah seorang dari kalian menajamkan parangnya maka janganlah ia menajamkannya dalam keadaan kambing yang akan disembelih melihatnya”.

[c]. Menggiring Hewan Ke Tempat Penyembelihan Dengan Baik

Ibnu Sirin mengatakan bahwa Umar Radhiyallahu anhu melihat seseorang menyeret kambing untuk disembelih lalu ia memukulnya dengan pecut, maka Umar berkata dengan mencelanya : Giring hewan ini kepada kematian dengan baik.

[d]. Membaringkan Hewan Yang Akan Disembelih

Aisyah Radhiyallahu ‘anha menyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk dibawakan kibas, lalu beliau mengambil kibas itu dan membaringkannya kemudian beliau Shallallahu alaihi wa sallam menyembelihnya.

Berkata Imam Nawawi dalam Syarhus Shahih Muslim (13/130) : Hadits ini menunjukkan sunnahnya membaringkan kambing ketika akan disembelih dan tidak boleh disembelih dalam keadaan kambing itu berdiri atau berlutut tetapi dalam keadaan berbaring karena lebih mudah bagi kambing tersebut dan hadits-hadits yang ada menuntunkan demikian juga kesepakatan kaum muslimin. Ulama sepakat dan juga amalan kaum muslimin bahwa hewan yang akan disembelih dibaringkan pada sisi kirinya karena cara ini lebih mudah bagi orang yang menyembelih dalam mengambil pisau dengan tangan kanan dan menahan kepala hewan dengan tangan kiri.

[e]. Tempat (Bagian Tubuh) Yang Disembelih

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata : Penyembelihan dilakukan di sekitar kerongkongan dan labah.

Labah adalah lekuk yang ada di atas dada dan unta juga disembelih di daerah ini.

4.       MENGHADAPKAN HEWAN SEMBELIHAN KE ARAH KIBLAT
Nafi’ menyatakan bahwa Ibnu Umar tidak suka memakan sembelihan yang ketika disembelih tidak diarahkan kearah kiblat.

5.       MELETAKKAN TELAPAK KAKI DI ATAS SISI HEWAN SEMBELIHAN

Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata.

“Rasulullah menyembelih hewan kurban dengan dua domba jantan yang berwarna putih campur hitam dan bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau, dengan mengucap basmalah dan bertakbir, dan beliau meletakkan satu kaki beliau di sisi-sisi kedua domba tersebut”

6.       TASMIYAH (MENGUCAPKAN BISMILLAH)

Berdasarkan firman Allah Ta’ala :

“Dan janganlah kalian memakan hewan-hewan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya syaithan itu mewahyukan kepada wali-walinya (kawan-kawannya) untuk membantah kalian”. [Al-An'am : 121]

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu berkata :

“Rasulullah menyembelih hewan kurban dengan dua domba jantan. Beliau mengucap bismillah dan bertakbir.”

Dan dalam riwayat Muslim : Beliau mengatakan Bismillah wallahu Akbar.

Siapa yang lupa untuk mengucap basmalah maka tidak apa-apa. Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma pernah ditanya tentang orang yang lupa bertasmiyah (membaca basmalah) maka beliau menjawab:

Tidak apa-apa”

7.       TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN TARING/GADING DAN KUKU KETIKA MENYEMBELIH KAMBING

Dari Ubadah bin Rafi’ dari kakeknya ia berkata : Ya Rasulullah, kami tidak memiliki pisau besar (untuk menyembelih). Maka beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

“Hewan yang telah dialirkan darahnya dengan menggunakan alat selain dzufur (kuku) dan sinn (taring/gading) maka makanlah. Adapun dzufur merupakan pisaunya bangsa Habasyah sedangkan sinn adalah idzam”

Referensi: almanhaj.or.id