Let’s Play Our Role…!!!


Suatu malam di akhir pekan di sudut sebuah kota di Inggris, stadion sepak bola dipadati ribuan orang yang tengah asyik menyaksikan pertandingan sepakbola. Di tengah lapangan ada 22 pemain yang tengah bertanding, dua diantaranya memakai kostum yang berbeda dari rekan-rekannya. Ada lagi seorang yang selalu setia membawa peluit dengan gagahnya mengatur jalannya pertandingan bersama dua orang asisten wasit yang tidak lelah mondar-mandir di sisi kanan dan kiri lapangan.

Di sisi lapangan juga ada, seseorang dengan setelan rapih bolak-balik meneriaki pemain di lapangan. Jauh di belakangnya ada ribuan penonton tengah menyimak jalannya pertandingan. Sesekali ada teriakan mencemooh pemain, sesaat kemudian terdengar suara tepuk tangan. Hal itu berulang berkali-kali seirama dengan jalannya pertandingan.

Di luar itu semua ada suara yang terdengar dari pengeras suara, dua orang komentator dengan asyiknya memberikan komentar tentang jalannya pertandingan. Kadang menyalahkan strategi pelatih, tak jarang pula mencemooh kesalahan pemain. Tak berbeda jauh dengan para penonton, dua orang komentator ini juga sekali waktu memberikan ‘applause’ terhadap penampilan salah satu atau dua pemain.

Ternyata kenyataan seperti di atas tidak hanya terjadi di lapangan sepak bola. Di sekitar kita juga banyak kejadian yang mirip dengan kondisi di atas. Kita ambil contoh, perjalanan dakwah di negeri kita ini.

Indonesia, sebuah negeri kaya raya yang terdiri dari masyarakat yang super majemuk. Perkembangan dakwah di negeri ini pun tidak terlepas dari yang namanya kemajemukan tersebut. Ada gerakan dakwah yang memilih jalur politik dengan mengikuti pemilu untuk mendapatkan posisi di pemerintahan. Ada yang bergerak di luar, tapi masih dalam lingkup politik. Ada yang focus dengan pembinaan di pesantren. Ada juga yang focus di pendidikan.

Semua bergelut dengan perannya masing-masing. Dan semua terserah kepada kita untuk mengambil peran dimana. Disana ada beberapa pilihan peran yang bisa kita mainkan. Ada pemain di lapangan yang harus selalu ‘berlari’ dan ‘mengejar bola’, ada pula pelatih yang tak jemu memberikan ‘instruksi’ kepada para ‘pemain’nya. Atau kita ingin menjadi penonton yang selalu asyik dengan ‘siulan’ saat pemain bermain buruk dan tepuk tangan kala pemain mempertontonkan permainan apik. Oh iya, hampir ketinggalan, ada satu peran lagi yang ‘relatif aman’ dibandingkan peran lainnya. Ya, inilah sang komentator.

Sedikit catatan, untuk masing-masing peran di atas punya kualifikasi dan konsekuensi masing-masing dimana yang satu belum tentu bisa menggantikan yang lain.

Semuanya kembali kepada kita masing-masing.

Let’s play our role, could you??

2 thoughts on “Let’s Play Our Role…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s