Segitiga Produktifitas


Hari ini saya ingin memperkenalkan kepada Anda 3 tiga elemen penting dari produktifitas. Ketiganya merupakan pondasi pokok dari produktifitas, sehingga tidak akan menjadi produktif jika salah satunya hilang. Inilah ketiga elemen tersebut:

  • Ilmu Pengetahuan
  • Amal/ Tindakan
  • Konsistensi

Saya menyebutnya ‘Segitiga Produktifitas’, dan seseorang yang mempunyai ketiga elemen ini, dia akan menjadi orang yang benar-benar produktif. Tapi, jika satu dari tiga elemen tersebut tidak ada, maka menjadi tidak produktif.

Jadi, bagimana ketiga elemen ini bekerja?

Productivity Triangle

Ilmu Pengetahuan

“Dan Katakanlah, ‘Ya Tuhanku! Tambahkanlah kepadaku Ilmu pengetahuan’” [Q.S. Thaha: 114]

Semua dimulai dengan Ilmu Pengetahuan. Pahami apa yang harus Anda lakukan, dan bagaimana melakukannya. Alasan paling populer bagi orang untuk menunda suatu pekerjaan atau tugas adalah mereka tidak tahu bagaimana melakukan pekerjaan atau tugas tersebut. Dan mereka khawatir untuk mendekati lika-liku pembelajaran ini di luar ketakutan bahwa mereka tidak akan pernah memahami bagaimana melakukannya.

Bagaimanapun juga ada beberapa kabar baik disni: Ilmu Pengetahuan dapat dicapai dengan beberapa cara dan saya belum pernah bertemu seseorang yang telah memperhatikan sesuatu kemudian gagal untuk mendapatkan pengetahuan di dalamnya. Tapi faktor kuncinya adalah usaha, Anda harus berusaha untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Berikut ini tips-tips untuk mendapatkan ilmu pengetahuan:

1. Penelitian online/ offline:

Alhamdulillah, atas berkah rahmat dari Alloh SWT kepada kita semua, saat ini dunia informasi berada di ujung jari-jari kita. Saya mendapati diri saya sendiri, jika merasa lemah pada pengetahuan di bidang tertentu, pertama kali saya akan pergi ke perpustakaan dan mengambil sebanyak mungkin buku yang sesuai dengan bidang yang saya butuhkan tersebut, saya akan membacanya dan mengamati yang lainnya, kemudian melakukan penelitian online atau lebih jauh lagi mendengarkan audioboks/podcast terkait topic tersebut yang dilakukan dalam beberapa pekan/ bulan, hingga Alloh SWT mengurangi kesenjangan pengetahuan saya.

2. Bertanya pada Ahlinya/ Seseorang yang sudah melakukan sebelumnya

Jika ada hal yang baru, Anda harus mempelajarinya, kemudia menyadari bahwa diluar sana ada ‘guru’ yang siap untuk ‘men-share’ ilmunya kepada Anda. Dan percayalah, tak peduli betapa ‘penting’ orang ini, Anda akan terkejut dengan betapa senangnya dia memberikan ilmunya. Mendekati mereka melalui asosiasi atau teman adalah awal yang baik, atau langsung email and menelepon yang ramah juga bisa. Yang paling penting adalah, kegigihan anda hingga anda mendapatkan apa yang anda butuhkan darinya.

3. Berdo’a

Ilmu Pengetahuan adalah rahmat Alloh atas diri Anda, dan itu mencerahkan. Jadi jika Anda terjebak atau tidak tahu tentang suatu subjek dan benar-benar perlu belajar tentang hal itu, mintalah pertolongan Alloh SWT dan cobalah beberapa cara diatas untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Sebuah catatan disini: Pastikan, Anda mencari pengetahuan yang bermanfaat di dunia, atau akhirat atau keduanya lebih baik.

Amal/ Bekerja

Nilai pengetahuan tanpa amal adalah nihil! Bahkan, ini membawa murka Alloh SWT -semoga Allah melindungi kita-. Allah SWT menggambarkan orang-orang yang memiliki pengetahuan tapi Sedikit amalnya sebagai “orang-orang yang dimurkai-Nya” [Al Fatihah]. Jadi mari kita tidak menjadi bagian dari mereka.

Tapi poin pentingnya adalah: di satu sisi kita harus ingat bahwa kita harus mengamalkan Ilmu yang kita pelajari untuk menjadi produktif, tapi di sisi lain kita juga harus paham, bahwa Amal/ Kemampuan berasal dari Allah SWT bahkan inilah yang pertama dan utama, karena tanpa izin-Nya Anda tidak dapat melakukan apapun. Itu sebabnya kita mengatakan: “Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”, [Al Fatihah]. Jadi kita ingin menyembah Dia, tapi kita tidak bisa menyembah-Nya tanpa izin-Nya, dan ini murni penghambaan kepada Allah.

Ketika Anda menyadari apapun yang anda lakukan, adalah atas izin dari Alloh SWT, Anda akan tawadu’ dalam ibadah Anda, akan mencari kesempurnaan dalam beramal, dan Anda akan ikhlas di dalamnya.

Selain itu, amal itu dimulai dengan Anda mengambil langkah pertama. Sekali lagi, mereka yang menunda-nunda, berikut ini adalah teknik pembunuh-produktivitas: Mulai bekerja pada sebuah pekerjaan / tugas untuk hanya 10 menit dan bersantai-santai pada 30-45 menitnya. Beristirahatlah 5 menit dan kemudian mulai lagi untuk ‘hanya’ 10 menit. Saya selalu mengatakan bahwa ‘jiwa’ dan diri kita seperti bayi, dan kita harus memperlakukannya seperti itu, sedikit dorongan, sedikit memarahi, sedikit hadiah dan itu akan bertahan lama dengan baik.

Konsistensi

Jadi, Anda sudah mendapatkan pengetahuan, Anda juga telah beramal dan setelah beberapa hari, Anda gagal. Anda tidak dapat diganggu dan Anda tidak produktif lagi. 90% keluhan produktivitas adalah masalah konsistensi. Pada umumnya, orang tidak mendapatkan masalah ketika baru menacari ilmu ataupun beramal, tapi berusaha untuk menjadi konsisten, saat  itulah mereka mendapatkan kesulitan.

Saya akui, ini adalah tahap paling sulit dan tidak ada jawaban yang mudah, tapi di sini ada beberapa saran yang membantu:

1. Start small and grow slow

Memang menggiurkan saat Anda sedang semangat-semangatnya beramal, untuk terjun ke dalamnya dengan amal dan tugas-tugas Besar, padahal hal ini hanya mendapatkan diri Andah kewalahan beberapa hari kemudian. Mengapa tidak mulai dari yang kecil, tumbuh perlahan-lahan selama bertahun-tahun? Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa amal yang paling dicintai Alloh SWT adalah mereka yang konsisten bahkan untuk hal-hal kecil.

2. Dobrak

Beberapa alasan mengapa sulit untuk konsisten dalam beramal/ bekerja adalah karena amal/ pekerjaan yang BESAR itu atau memborong beberapa kewajiban untuk diselesaikan. Coba ‘dobrak’ hal itu dan lihat, apakah ada cara yang lebih baik untuk melakukannya: bisakah Anda menghilangkan beberapa langkah? Bisakah Anda mendelegasikan beberapa bagian? Seperti pepatah Cina mengatakan: Sebuah perjalanan 1000 mil dimulai dengan satu langkah. Tambahan dari saya, hanya: TETAPLAH BERJALAN!

3. Periksa Indonesia

Kadang, ketika Anda gagal pada satu amalan/ pekerjaan, boleh jadi ini pertanda, mungkin niat anda yang tidak bersih dan ikhlas. Sebagai contoh, saat Anda sudah mencoba berkali-kali menghafal Al Qur’an dan gagal, periksa hati Anda, niat Anda, untuk siapa Anda melakukannya. Biasanya, saat niat kita murni dan tujuan kita lebih besar daripada dirikita, akan lebih mudah untuk konsisten, insyaAlloh.

4. Mintalah Pertolongan Alloh

Saya bersumpah demi Dzat yang menciptakan kita, Anda tidak akan konsisten dalam suatu tugas, pekerjaan, amal, dengan usaha anda sendiri tanpa izin-Nya. Jadi mintalah pertolongan Alloh dalam setiap hal dan mintalah pada-Nya untuk menjadikan Anda konsisten. Yang terpenting, mintalah pada-Nya untuk konsisten di dalam Diin-Nya, dalam agama-Nya, sehingga Anda bisa terus menyembah-Nya dengan kemampuan terbaik Anda dan memperbaiki diri Anda dan orang-orang disekitar Anda.

Mudah-mudahan Anda mendapatkan manfaat dari artikel ini. Apakah Anda menemukah contoh yang praktis dari bagaimana ilmu pengetahuan, beramal/ bekerja dan konsistensi membuat Anda Produktif??

Artikel di atas merupakan hasil terjemahan (diterjemahkan secara bebas) dari artikel berbahasa inggris yang berjudul asli the productivity triangle yang saya ambil dari situs productivemuslim.com. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat kepada kita semua.

Saya sangat berharap saran dan masukan dari pembaca semua, baik itu dari segi terjemahan maupun muatan  artikelnya.

original article (bahasa inggris): klik

One thought on “Segitiga Produktifitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s