Memfirasati Zaman


Oleh Anis Matta

Menemukan kaidah-kaidah yang mengatur jalannya sejarah akan mengantar kita pada temuan lain: memfirasati zaman. Kaidah-kaidah sejarah itu adalah sunatulloh filhayat,hukum-hukum kehidupan yang permanen, berlaku sepanjang waktu. Dari situ kita bisa menilai apakah hidup kita sedang berjalan naik, atau sedang berjalan datar, atau sedang terjun ke bawah.

Menafsir berbagai peristiwa kehidupan dengan teks seperti menemukan gambaran utuh dari wajah kita di depan sebuah cermin besar yang terang benderang. Di dalam kerangka teks semua peristiwa itu terangkai sebagai satu kesatuan yang berjalan pada sebuah alur sejarah yang jelas, bukan serpihan kisah yang tidak saling terhubung. Merangkai peristiwa-peristiwa itu seperti mengkonstruksi bangunan waktu untuk membaca apa yang disebut orang-orang bijak sebagai tanda-tanda zaman.

Ada zaman misalnya, dalam kehidupan manusia, yang disebut dalam teks Qur’an dan Sunnah sebagai zaman fitnah. Zaman itu hadir dengan cirri-ciri utama seperti: waktu terasa berlalu begitu cepat, merajalelanya kebodohan, matinya orang-orang berilmu, munculnya pemimpin yang kekanak-kanakan, berkurangnya minat orang berbuat kebaikan, kecenderungan orang menjadi semakin pelit, banyaknya pembunuhan dan seterusnya. Imam Bukhari dalam Shahihnya menyebut semua ciri itu dalam Kitab Fitnah.

Jika dalam suatu kurun waktu tertentu peristiwa-peristiwa itu bermuncul secara berturut-turut dan atau bersamaan, maka itu adalah tanda-tanda zaman fitnah. Dalam situasi seperti ini, kata Nabi SAW: “Yang duduk lebih baik dari yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari yang berjalan, yang berjalan lebih baik dari yang berlari; siapapun yang menghampiri fitnah itu pasti akan dihancurkan oleh fitnah itu. Maka siapapun yang bisa menemukan tempat untuk bersembunyi atau berlindung, hendaklah ia segera melindungi dirinya daripadanya” (Imam Bukhari dari Abu Hurairah)

Contoh membaca berbagai berita di media tentang berbagai peristiwa di sekeliling kita, lalu rangkai semua itu dalam sebuah rekonstruksi yang menyeluruh, kemudian cobalah bawa kehadapan cermin teks yang terang benderang, lalu berpikirlah: Apakah isyarat Alloh dalam semua peritiwa itu? Kemanakah zaman sedang berjalan?

Setiap peristiwa kehidupan bukanlah serpihan yang tidak saling berhubungan. Peristiwa-peristiwa itu adalah rangkaian panjang yang digerakkan oleh kaidah-kaidah tertentu –berupa nilai-nilai, ide-ide, kebiasaan-kebiasaan, tradisi, budaya. Itu terjadi secara sangat dinamis, dan biasanya berlangsung dalam sebuah satuan waktu yang lebih besar.

Bisakah misalnya, Anda membaca bagaimana medan-medan perang yang bertebaran begitu banyak di abad yang lalu menentukan arah zaman kita di abad ini?

Serial Pembelajaran, Anis Matta

Tarbawi edisi 240 Th. 12

gambar: klik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s