Manasik Umrah (1 of 2)


Kalau melihat keseharian saya yang bekerja di perusahaan pelayanan jasa umroh dan haji khusus, manasik umrah sebenarnya bukanlah satu hal yang asing. Sudah lama berniat menuangkan materi manasik yang di dapatkan dari pembimbing haji/ umroh di blog ini, Alhamdulillah kesampaian juga kali ini.

Bismillahirrohmanirrohim…

Satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh calon jamaah baik haji maupun umroh adalah tentang kelurusan niat, untuk apa atau karena siapa kita pergi haji atau umroh, dan bagaimana tatacara pelaksanaan ibadahnya, apakah sudah sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rosululloh atau tidak?

Luruskan Niat…

> Hanya Untuk & Karena Alloh Swt.
> Sesuai dengan Tuntunan Rasulullah Saw.

Berawal dari hukum setiap jenis peribadatan adalah haram/ terlarang ketika tidak ada dalil yang memerintahkannya. Pun begitu denga setiap ibadah [maghdhah] yang kita lakukan sehari-hari harus didasarkan kepada Alloh dan untuk Alloh. Selain harus ada dalil dari mendasari, kita juga harus melakukannya sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

“Sesungguhnya diterimanya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan seusungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya (akan diterima) sebagai hijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang akan ia peroleh atau wanita yang hendak dinikahinya, maka ia akan mendapati apa yang ia tuju.”
(HR. Bukhari Muslim)

Rukun & Wajib Umroh

  • Rukun Umroh

Tidak sah umroh jika ada salah satu rukun yang ditinggalkan.

    1. Niat dan Ihram
    2. Thawaf
    3. Sa’i
    4. Tahallul
    5. Wajib Umroh
  • Wajib Umroh

Jika satu dari wajib umroh ditinggalkan, maka wajib membayar DAM (Denda). Tidak sampai membatalkan Umroh.

    1. Ihram dari Miqat
    2. Meninggalkan Larangan Ihram

Penjelasan:

Ihram

Ihram dalam bahasa arab berasal dari kata: أَحْرَمَ يُحْرِمُ إِحْرَامًا yang membawa maksud menjadikan ia haram, misalnya dalam shalat apabila seseorang memulai takbiratul ihram maka ia seolah-olah dengan rela hati mengharamkan apa-apa yang sebelum takbiratul ihram itu halal. Contohnya seperti makan. Makan dan minum halal. Tetapi kalau seseorang memulai takbiratul ihram, maka seolah-olah dia dengan rela hati mengharamkan atas dirinya padahal sebelum takbiratul ihram halal baginya.

Adapun dalam ibadah haji dan umroh, Ihram adalah niat haji/ umrah. Yaitu ikatan hati untuk masuk dalam ibadah haji/ umrah, berniat ihram di dalam hati bahwa dia akan haji/ umrah untuk dirinya atau atas nama orang lain (jika untuk orang lain). Demikian itulah niat.

Namun, disunnahkan melafalkannya dengan mengucapkan :

Labbaik Allahumma ‘Umratan, Allahu Akbar ” (Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah, Alloh Maha Besar) untuk niat Umroh untuk sendiri atau

Labbaik Allahumma ‘Umratan ‘an Fulan/ Fulanah, Allahu Akbar ” (Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah atas nama Fulan/ Fulanah) untuk niat umroh bagi orang lain.

Sebab Rasulullah saw melafalkan haji dan juga melafalkan umrah. Maka demikian ini sebagai dalil disyari’atkannya melafalkan niat karena mengikuti Nabi saw. Sebagaimana para sahabat juga melafalkan yang demikian itu seperti yang diajarkan oleh Nabi saw dan mereka mengeraskan suara mereka. Ini adalah bagian dari sunnah, InsyaAllah.

Ihram Dari Miqat

Rasulullah telah menentukan lima tempat untuk berihram sebagai miqat MAKANI. Hukum ber-ihram dari tempat ini adalah WAJIB.

Apabila tidak ber-ihram dari tempat ini, maka ia harus memilih satu dari dua hal:

  • Kembali lagi ke Miqat yang telah ditentukan dan ber-ihram dari sana, atau
  • Membayar Dam yaitu seekor kambing.

Sesungguhnya Nabi saw menetapkan Dzulhulaifah (Bir ‘Ali) sebagai Miqatnya penduduk Madinah, Juhfah sebagi Miqatnya penduduk Syam, Qarnu al-Manazil sebagai Miqatnya penduduk Najd dan Yalamlam sebagai Miqatnya penduduk Yaman”.

  1. Bir Ali atau Dzul Hulaifah, miqat bagi penduduk Madinah/ yang datang dari arahnya. Letaknya 450 Km dari Mekah (miqat terjauh dari Mekkah.)
  2. Al Juhfah, miqat bagi penduduk Syria, Palestina, Mesir, Maroko/ yang datang dari arah itu. Letaknya 183 Km dari Mekkah.
  3. Qornul Manazil, miqat bagi penduduk Najed dan sekitarnya. letaknya 75 Km sebelah timur Mekkah.
  4. Yalamlam, miqat bagi orang yang datang dari arah Yaman. Letaknya 92 Km sebelah selatan Mekkah.
  5. Dzatu Irqin, terletak di sebelah utara Mekkah sejauh 94 Km. Ini adalah miqat bagi penduduk Irak dan sekitarnya.

Bagi Jamaah Haji/ Umroh dari Indonesia, miqatnya adalah:

  1. Apabila jamaah haji Indonesia dari Jakarta menuju Jeddah dan masuk ke Mekkah, maka miqatnya adalah Qarnul Manazil atau Ya Lamlam. (salah satu) tergantung dari arah mana pesawat terbang. Maka jamaah harus mengucapkan niat ihram sedari di atas pesawat.
  2. Apabila Jamaah dari Jakarta ke Madinah (tidak ke Mekah dulu) maka miqatnya di Bir Ali.

Pelaksanaan Ihram

Sebelum memakai pakaian ihram, disunnahkan bagi calon jamaah umrah/ haji untuk melakukan mandi ihram (mandi sebagaimana mandi wajib dengan membasahi seluruh permukaan tubuh dari rambut sampai telapak kaki). Setelah melaksanakan Mandi Ihram disunnahkan juga untuk bebersih dengan memotong kuku, menipiskan kumis, mencukur bulu ketiak dan bulu-bulu yang lainnya.

Memakai wangi-wangian. Hal ini hanya diperkenankan di badan (tidak di pakaian) dan dilaksanakan sebelum ihram. Selain itu, disunnahkan pula memakai minyak rambut bagi pria.

Pakaian Ihram

  • Pakaian Ihram Pria

Pakaian ihram pria terdiri dari 2 helai kain. 1 helai kain melilit tubuh mulai dari pinggang hingga dibawah lutut di atas mata kaki. Sehelai lainnya untuk menutup tubuh bagaian atas. Pria tidak boleh menggunakan pakaian yang berjahit, bertenun, celana (polos), kemeja, tutup kepala.

Catatan Penting:

Memakai kain ihram harus menutup kedua belah pundak.  Membuka pundak sebelah kanan hanya disunnahkan ketika Thawaf pertama kali datang di Mekkah

  • Pakaian Ihram Wanita

Semua Jenis pakaian wanita yang menutup aurat kecuali muka dan telapak tangan.

Catatan Penting:

  1. Pakaian tidak boleh ketat / memperlihatkan lekuk tubuh.
  2. Kerudung yang dipakai harus panjang sampai menutupi dada (tidak dimasukkan kedalam baju)
  3. Warna pakaian tidak terlalu mencolok, tidak menyerupai warna kulit  & tidak transparan.
  4. Baju sebaiknya yang panjang (sepanjang lutut atau lebih) dan panjang lengan sepanjang pergelangan tangan
    1. Memakai kaos kaki, karena kaki merupakan bagian dari aurat wanita.

    Larangan Ihram

    1. Memotong kuku
    2. Memotong atau mencabut rambut dari kepala atau badan.
    3. Memakai kain berjahit bagi laki-laki, yaitu setiap pakaian yang dijahit menurut ukuran anggota badan, seperti qamis, celana, jubah, kaos, peci, topi, dan lain-lain.
    4. Menutup kepala dengan hal-hal yang menyentuh kepala sepeti sorban dan peci. Lain halnya payung, kemah dan membawa barang di atas kepala, maka demikian itu tidak dilarang.
    5. Memakai parfum, yaitu setiap hal yang berbau wangi dengan tujuan memakainya di baju atau di badan, seperti misik, mawar, rayhan, dan minyak wangi yang lain.
    6. Berburu binatang darat yang lepas, seperti burung merpati, kijang dan lain-lain.
    7. Menebang/ mencabut pohon dan dahan
    8. Melakukan akad nikah. Maka orang yang ihram tidak boleh meminang, menikah, menjadi wali nikah, dan lain-lain.
    9. Bersetubuh dengan istri.
    10. Bercumbu dengan istri/suami, seperti meraba-raba, mencium dan lain-lain
    11. Bertengkar, mencaci maki atau berkata-kata kotor.

    bersambung pembahasan tentang Thawaf, Sa’i dan Tahallul insyaAlloh…

    3 thoughts on “Manasik Umrah (1 of 2)

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s