Mubarak = Soeharto di Indonesia


Mubarak vs. Soeharto

Dalam bebarapa hari ini, kita disuguhkan dengan berita bergolaknya Mesir dengan gelombang unjuk rasa yang tidak berhenti hampir 3 pekan lamanya. Tayangan-tayangan berita seperti itu mengingatkan saya akan kejadian 13 tahun yang lalu, kala ‘Mbah Harto’ lengser keprabon. Saat aktivis muda dari berbagai perguruan tinggi di tanah air naik dan menginjak2 atap gedung wakil rakyat yang terhormat. Saat penjarahan dan pembakaran terjadi di mana-mana. Saat kepulan asap menghiasi setiap berita tentang demonstrasi menentang pemerintah.

Nah mari kita coba lihat persamaan antara peristiwa yang terjadi saat ini di Mesir dengan yang terjadi di Indonesia 13 tahun silam. Berikut ini adalah beberapa kesamaan antara 2 ‘Sang Mantan’ (meminjam istilah Nidji) Soeharto (Indonesia) dan Mubarak (Mesir).

  1. Sama-sama meniti karir dari dunia militer sebelum ke politik.
  2. Bertahta selama 3 dekade, Mubarak 30 tahun sedangkan Soeharto 32 tahun.
  3. Sama-sama memimpin negara yang berpenduduk mayoritas Islam, namun negaranya tetap moderat.
  4. Dekat dan bersekutu dengan AS dan Barat.
  5. Menindas bahkan menumpas kekuatan komunis dan Gerakan Islam utamanya yang ekstrim.
  6. Mempunyai kelemahan yang sama: korupsi, kolusi dan nepotisme merajalela. Serta bertindak sewenang-wenang.
  7. Baik Soeharto maupun Mubarak sama-sama menggunakan kendaraan politik untuk melanggengkan kekuasaannya. Golkar di Indonesia dan NDP di Mesir.
  8. Pemilu pada masa keduanya penuh rekayasa dan intimidasi.
  9. Tidak adanya kebebasan berekspresi dan pers.
  10. Ditangkapnya aktivis yang berseberangan dengan pemerintah.
  11. Ditumbangkan oleh kekuatan yang sama, kekuatan demonstrasi rakyat yang dimotori oleh kaum muda.
  12. Demonstrasi rakyat diawali oleh krisis di bidang ekonomi. Di Indonesia saat itu diterpa masalah krisis moneter Asia dan Mesir kini tengah dirundung kenaikan harga pangan dan pengangguran.
  13. Kendati sempat bersikap keras kepala, akhirnya keduanya sama-sama melepaskan kekuasaannya setelah tidak di dukung militer dan ditinggalkan orang-orang terdekatnya.
  14. Proses peralihan kekuasaan antara keduanya juga hampir sama. Soeharto menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Habibie yang dikenal sangat dekat dengan Pak Harto. Dan Mubarak menyerahkannya kepada Omar Suleiman yang sebelumnya sangat dipercaya sebagai kepala intelejen.
  15. (Ada yang mau menambahkan???)🙂

Kini patut ditunggu akankah Mubarak seberuntung Soeharto selepas melepaskan kekuasaannya masing-masing yaitu tetap tinggal di tanah airnya sampai akhir hayat. Begitu menyerahkan kekuasaan kepada Wapres Suleimen, Mubarak meninggalkan Ibukota Kairo ke kota Sharm el Sheikh, yang menjadi lokasi kediaman pribadinya.

Saat lengser dari kekuasaan pada 1998, Soeharto tetap tinggal di rumah pribadinya di Jakarta hingga wafat pada 2008. Sedangkan nasib Mubarak kini masih belum jelas, apakah bisa bertahan di Mesir atau dipaksa lari ke luar negeri, seperti Zine Abidine Ben Ali dari Tunisia dan Ferdinand Marcos dari Filipina.

Disadur dari: vivanews

One thought on “Mubarak = Soeharto di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s