Manasik Umrah (2 of 2)


Beberapa hari yang lalu saya memposting tulisan tentang manasik umroh. Bagi saya materi tentang hal ini bukanlah hal baru, tapi ternyata untuk menuliskannya pun perlu waktu khusus yang sengaja diluangkan. Anda boleh saja bilang, itu sich alasan saya saja karena males nulis. Kalau Anda benar-benar mengatakannya, Anda tidaklah sepenuhnya benar, tapi juga tak sepenuhnya salah. Atas kemalasan saya ini, sampai masuk ke pertengahan bulan ini baru beberapa tulisan sajay yang bisa saya posting di blog ini. Bukan tanpa sebab memang, tapi inilah adanya saya. Apalagi menjelang awal-awal musim umrah. Pekerjaan yang tadinya tidak ada menjadi bejibun. Pekerjaan yang tadinya bisa dikerjakan esok atau lusa, mesti kelar hari ini juga.

Alhamdulillah saat ini saya bisa memenuhi janji saya untuk melanjutkan tulisan tentang manasik umroh yang -sebagaimana Anda ketahui- sempat ter-pending beberapa waktu. Berikut ini lanjutannya:

Thawaf

Thawaf ialah mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali.

Jenis-jenis Thawaf:

1.       Thawaf Qudum (Thawaf ketika pertama kali memasuki masjidil haram)

2.       Thawaf Ifadhah (Thawaf

3.       Thawaf Sunnah

4.       Thawaf Wada’ (Thawaf perpisahan, ketika hendak meninggalkan tanah suci)

Syarat Thawaf

1.       Menutup aurat

2.       Suci dari hadas dan najis

3.       Menjadikan ka’bah di sebelah kiri

4.       Memulainya dari rukun hajar aswad

5.       Dilakukan sebanyak 7 putaran

6.       Dilakukan di dalam masjidil haram

7.       Niat thawaf, khusus untuk thawaf sunnah, nadzar dan wada’.

Sunnah-sunnah thawaf

1.       Istilam setiap kali memasuki rukun yamani, yaitu melambaikan tangan kea rah hajar aswad dan mengucapkan ‘bismillahi allohu akbar’

2.       Berdo’a dan berdzikir selama thawaf

3.       Berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama (bagi laki-laki)

4.       Membuka pundak sebelah kanan dan menutup pundak sebelah kiri (laki-laki)

5.       Mendekat ke ka’bah

6.       Berjalan bagi yang kuat

7.       Shalat sunnah di belakang maqam Ibrahim

8.       Niat thawaf (ifadah dan qudum)

Sa’i

Syarat Sa’i

1.       Didahului dengan Thawaf

2.       Tertib dari safa dan diakhiri di marwah

3.       Dilakukan 7 putaran (dari bukit Shafa ke bukit Marwah dihitung satu putaran)

Sunnah-sunnah sa’i

1.       Menuju tempat sa’I dari pintu safa

2.       Berturut-turut antara thawaf dan sa’i

3.       Berwudhu, suci dari hadas

4.       Berjalan kaki

5.       Menaiki bukit safa dan marwah

6.       Berdzikir

7.       Berlari-lari antara dua tiang hijau (laki-laki)

8.       Berdo’a, menghadap kiblat dan mengangkat tangan di safa dan marwah.

Tahallul

Tahallul artinya menghalalkan apa yang tadinya diharamkan karena ihram dengan memotong/ mencukur rambut.

Bagi laki-laki, boleh bertahalul dengan:

1. Mencukur habis rambut/ botak. Hal ini lebih utama.

2. Memotong atau memendekkan rambut.

Bagi wanita, hanya memotong sedikit ujung rambut.

Demikianlah rangkaian materi manasik umroh.

Semoga Alloh memberikan karunianya kepada kita semua untuk menunaikan ibadah yang satu ini.

Alloh tidak memanggil orang yang mampu, tapi Alloh akan memampukan yang terpanggil, insyaAlloh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s