‘Alim (3) Ilmu Sosial, Sains & Teknologi


4. Ilmu Sosial

Membicarakan ilmu sosial, saya bersepakat dengan disertasi doktoral Ustadz Bustanuddin Agus di UIN Syarif Hidayatullah, yang kemudian diterbitkan dalam bentuk buku kecil yang bermanfaat. Logika awal yang coba dibangun adalah bahwa tentang tujuan yang ingin dicapai ajaran Islam adalah kemaslahatan umat manusia di dunia dan akhirat. Kemaslahatan hidup dunia tentu berkaitan dengan kesejahteraan lahir batin, keamanan, keteraturan, kerja sama, dan ketentraman hidup bermasyarakat. Inilah objek kajian ilmu-ilmu sosial.

Imam As Syatibi mengelompokkan kemaslahatan yang ingin diwujudkan oleh syari’at Islam pada tiga kategori:

  • Al mashalih adh dharuriyat (kemaslahatan pokok)
  • Al mashalih al hajiyat (kemaslahatan yang dibutuhkan)
  • Al mashalih at tahsiniyat (kemaslahatan dalam bentuk adab dan sopan santun)

Ketiga kualitas maslahat ini diarahkan pada lima target utama, yakni memelihara agama, nyawa, harta dan kehormatan. Keseluruhan target ini sangat berkaitan dengan kajian ilmu-ilmu sosial. Islam menghendaki agar ilmu sosial ditujukan kepada pemeliharaan dan peningkatan mutu keberagamaan, kualitas akal serta memelihara harta, nyawa dan kehormatan.

Al Qur’an sebagai kitab yang menjadi hudan, petunjuk bagi manusia, memuat porsi terbesar dari ayat-ayatnya mengenai persoalan kemanusiaan dan hubungan sosialnya. Al Qur’an telah pula mengkaji dan menganalisis prinsip-prinsip yang mengatur, mempengaruhi, membentuk manusia berikut watak, gagasan, nilai, lembaga, bahkan konsep-konsep moral dan spiritualnya. Jadi yang perlu dilakukan saat ini adalah memahami ilmu sosial dengan alur yang sesuai dengan Islam. Jadi, jangan lagi alergi dengan ilmu sosial dengan alasan takut ‘tersesat’. Ilmu itu sebenarnya lurus saja, hanya para penafsirnya serupa Marx, Hegel, Marchiaveli dan lainnya yang rusak. Rusak kehidupan dan moral pribadinya. Kalau ia ditafsirkan dengan Al Qur’an sebagai acuan, maka kesejahteraan hidup masyarakat ada di ambang mata.

Adapun ilmu-ilmu sosial yang utama untuk dipelajari saat ini adalah ilmu ekonomi beserta segala perangkatnya, sosiologi, sejarah, politik (baik lokal maupun hubungan internasional), ilmu-ilmu administrasi dan manajemen, psikologi dan humaniora. Wallahu a’lam.

5. Sains dan teknologi

Ketika melihat buku Ensiklopeidana Ilmu dalam Al Qur’an karya Afzalur Rahman di pelataran masjid UGM, tanpa pikir panjang langsung saya ambil. Tentunya tidak lupa bayar. Dalam buku ini, ada ulasan menarik seputar surat Luqman ayat kedua puluh.

“Tidakkah kamu perhatikan, sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yan ada di bumi dan menyempurnakan untuk mu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.” QS. Luqman: 20

Kata menundukkan (shakhara) mengandung makna menjadikannya pelayan. Kata ini bisa dimaknai dengan dua pengertian. Pertama, Allah meletakkan segala sesuatu sepenuhnya di rentang kendali manusia sehingga ia bisa menggunakan sesuai keinginannya. Kedua, bisa juga berarti adanya ketetapan Allah berupa sebuah sistem hukum yang reguler dan tetap (sunnah kauniyah) yang mengatur jalannya segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya oelh manusia.

Binatang ternak, tumbuhan, kekayaan mineral, ditundukkan pada manusia dalam pengertian yang pertama. Sedangkan penundukan dalam pengertian kedua dapat dilihat pada pemanfaatan bulan, matahari, gugusan bintang, dan lainnya dalam keberlangsungan hidup manusia.

Untuk mengoptimalkan taskhir inilah manusia perlu akan ilmu-ilmu alam. Bagaimana mengungkap nikmat Allah yang belum terindra, mempelajari cara kerjanya, manfaatnya, serta metode menundukkannya untuk kemanfaatan dan kesejahteraan di muka bumi. Semangat inilah yang kemudian mengantarkan umat Islam di masa lalu menjadi para jenius yang menjadi master dalam beberapa bidang keilmuan sekaligus, atau sering diistilahkan dengan polymath. Al Khawarizmi adalah pakar matematika, astronomi dan geografi. Ialah penemu bilangan biner, 0 (nol). Al Kindi menguasai filsafat, matematika, kedokteran, fisika, optik, astronomi, dan metalurgi. Ar Razi bahkan menguasai secara penuh bidang kedokteran, bahkan ia berjasa besar menganalisis sebab-sebab alergi, demam dan bahan-bahan kimia. Ibnu Haitham adalah Bapak Optik yang merumuskan secara saintifik sistem penglihatan manusia. Ibn Al Nafis menjadi ilmuwan pertama di dunia yang berhasil menggambarkan secara terperinci sistem sirkulasi darah, urat nadi dan arteri manusia. Kemajuan ilmu astronomi dan pemetaan memudahkan Ibnu Battuta menaklukkan lautan dengan eksplorasi lebih dari 120.000 kilometer, jauh melebihi Marcopolo yang disanjung-sanjung dunia. Haji Mahmud atau laksamana Cheng Ho (Zheng He), seorang penjelajah Muslim berkebangsaan Cina berlayar dengan 300 armada kapal beserta 30.000 awak. Jumlah yang jauh lebih besar dibanding ekspedisi Colombus. Mantan komandan angkatan laut Inggris, Gavin Menzies bahkan menyatakan bahwa kemungkinan Cheng Ho telah mencapai Amerika sebelum Colombus.

Dengan bertambah pesatnya kemajuan pengetahuan alam, semua nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kita dapat dengan mudah dirasakan, diungkap keajaibannya, sehingga membawa manusia lebih dekat kepada Tuhan. Perihal ini, DR. Maurice Bucaille dan Adnan Oktar alias Harun Yahya adalah tokoh Islam masa kini yang patut dibanggakan. Who’s next?

“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” QS. Ar Rahman: 33-34

Bersambung (‘Alim 4: Ilmu yang terkait realitas)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s