Surat untuk Osama


Beberapa hari belakangan ini, kita dikejutkan dengan kabar tewasnya salah seorang pimpinan ‘teroris’ kelas kakap. Berita (seperti) ini bukan ‘barang’ baru sebenarnya, terbilang, sudah 2 kali sebelum berita ini muncul sang ikon diberitakan terbunuh oleh sumber yang sama. Terlepas dari itu benar/ tidaknya berita yang tengah beredar, berikut ini ada sebuah puisi dari Ust. Anis Matta tentang sosok yang tengah kembali naik daun ini.

osama…
kamu tidak pernah bilang padaku
kalau kamu ingin meledakkan wtc dan pentagon
bush juga tidak punya bukti sampai sekarang

jadi aku memilih percaya pada cinta
yang terpancar dibalik keteduhan matamu
pada semangat pembelaan yang tersimpan dibalik
leebaaaaaaaaatnya janggutmu


osama…
kamulah yang mengajar bangsa-bangsa yang bisu
untuk bisaaaaaaaaaa bicara
maka mereka berteriak

kamulah yang menanam bibit keberanian
diladang jiwa-jiwa orang-orang pengecut
maka mereka melawan

kamulah yang menebar nikmat kemerdekaan
direnung kalbu orang-orang tertindas
maka mereka berjuang

kamulah yang mengobarkan harapan
dilangit hati orang-orang terjajah
maka mereka memberontak

osama…
kamulah yang mengunci mulut bangsa-bangsa adidaya
supaya mereka terdiam
maka mereka hanya bisa mengamuk

kamulah yang meruntuhkan keangkuhan
dari jidat bangsa-bangsa arogan
maka mereka terbungkam

kamulah yang merampas rasa aman
dari jiwa bangsa-bangsa tiran
maka mereka tak pernah bisa tidur nyenyak

kamulah yang merebut selera hidup
dari langit hati bangsa-bangsa makmur itu
maka mereka tak lagi menikmati hidup

osama oh osama…
osama oh osam…

mari kita nyanyikan lagu kemenangan
bersama nurani anak-anak manusia
yang telah menemukan kehidupannya

osama oh osama…
osama oh osama…

mari kita senandungkan nasyid keabadian
bersama nurani anak-anak manusia
yang merindukan taman-taman surga

(ternyata surat ini dijawab Osama Bin Ladin)

sodaraku…

suratmu sudah ku terima
aku baik-baik saja disini
aku masih minum teh di pagi hari
dan menikmati sunset di sore hari

aku juga masih mengendalikan bisnis
dan mengontrol jaringan ALQAIDAH
dari balik gua-gua Afganistan

tenanglah sodaraku
karena jadwal kematianku
tidak ditulis di pentagon atau gedung putih

sodaraku…
aku menonton aksi-aksi kalian di tv ALJazeraa
aku senang kalian sudah mulai berani bicara
aku gembira kalian sudah mulai bilang tidak
aku bahagia kalian belajar jadi singa
aku terharu kalian miskin-miskin
tapi mau nyumbang
aku terheran-heran kalian kecil-kecil
tapi mau jihad ke afganistan
aku pikir kalian ini anak-anak ajaib

sodaraku…
aku mau buka rahasia sama kamu
tapi jangan bilang siapa-siapa…

kamu tahu ga’…?
kenapa orang-orang taliban sayang padaku?
kata mereka,
ternyata karena aku lucu

bocah-bocah afgan juga senang padaku
kata mereka
karena aku bawa mainan pesawat-pesawat amerika untuk mereka

para pemulung afganistan juga suka padaku
kata mereka
arena rudal-rudal amerika itu
bisa jadi besi tua yang laris

orang-orang amerika itu terlalu serius
padahal kita cuma seang bermain di halaman sorga

sodaraku…
kalau nanti ALLAH memilihku jadi syahid
utusanku akan datang menemui
membawa sebuah pundi kecil

itulah darahku…!!

siramlah taman jihad di
ambon ternate dan poso…

tapi kalau aku bisa mengubur
keangkuhan amerika disini..
aku akan datang ke Indonesia
kamu tahu apa yang akan aku lakukan…?

aku hanya mau investasi di negrimu

Anis Matta, Lc.
————————-

Bagi yang pernah mendengar langsung pembacaan puisi ini oleh Anis Matta pasti akan menggelora. Begitu bersemangat dan bergairah. Silahkan buktikan…!

Puisi ini saya ambil dari catatan salah seorang teman fb: Achmad Fawaid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s