Sebelum muncul acara talk show “Ketemu Pepeng”, sepertinya inilah salah satu acara talk show yang banyak mengangkat tentang kisah2 inspiratif yang sangat layak untuk dijadikan panutan. “Kick Andy”, Anda pasti sudah hafal betul dengan acara ini. Kali ini pun saya coba menghadirkan salah satu sosok yang beberapa waktu lalu mendapatkan penghargaan ‘Kick Andy Award -Heroes’. Jika kita simak perjalanan hidup pria yang satu ini, tentunya kita akan mendapati begitu banyak pelajaran. Mudah-mudahan kita mendapatkan inspirasi untuk menjadi hero – hero berikutnya.

Andi Suhandi – Young Heroes

Hidup  adalah  kerja  keras, itulah  yang  tertanam dalam   kehidupan anak  asal Sukabumi, Jawa Barat, Andi  Suhandi. Bayangkan, sejak kecil ia sudah memiliki pekerjaan  seperti layaknya  orang dewasa.

Pada saat  duduk  di  bangku kelas  SD, ia sudah jadi kuli petik padi, kuli bangunan, tukang antar batu, tukang antar genteng, tukang kredit pakaian dalam wanita, tukang cari kayu bakar, tukang cari rumput untuk kambing, tukang jual semangka, dan masih banyak lagi sampai-sampai nyaris tak punya waktu untuk bermain.

Masa  sekolah  SMP, ia lalui  dengan kerja keras.  Selain jarak  puluhan  kilometer yang  harus  ia lalui, Andi juga  harus  pintar-pintar  mengatur waktu  sekolah dan bekerja. Lepas SMP Andi mendaftar ke SMA negeri favorit di daerahnya, SMAN 1 Cibadak Sukabumi.  Namun, karena kekurangan biaya, Jual kambing dengan harga sebesar sama dengan harga pendaftaran sekolah.

Di SMA  ia  aktif bernasyid,  lalu membawa  keterampilan itu ke rumahnya. Setelah    mengajar ngaji bersama ibu dan kakak. Selepas Magrib Andi mengumpulkan anak2-anak warga desannya di teras rumahnya yang sederhana dan membentuk   grup  nasyid. Sekarang  grup nasyis  itu  sudah  terkenal di kampungnya sehingga desa tetangga meminta untuk mengisi beragam acara, mulai dari pernikahan, khitanan, sampai perayaan hari besar Islam.

Setelah  Lulus SMA tahun  2006, Andi nekat ikut kakaknya yang  hanya  seorang pedagang agar-agar keliling di kawasan Kranji, Bekasi. Andi pun akhirnya ikut berjualan agar-agar keliling dengan pikulan keliling kompleks bersama kakaknya, dengan keuntungan maksimal Rp. 15 ribu. Untuk  mencari tambahan penghasilan,  Andi dan kakaknya mengamen di  emperan  toko, sambil mengajari anak-anak jalanan yang mereka temui. Anak-anak jalanan itu  diberi  pelajaran  pengetahuan umum, pendidikan agama, seni, hingga  motivasi.

Diluar  kegiatannya sebagai  mahasiswa, Andi  masih   terus  memberikan   pelajaran  bagi  anak-anak  jalanan  di Bekasi,  juga   pelajaran   seni  nasyid,  dengan  bantuan  oleh  dua orang temannya yaitu Nadiah dan Rijal. Bahkan   di Bekasi  juga   Andi  berhasil  membuat   grup nasyid  bernama Anjalis (grup  nasyid laki-laki) dan  Melati  voice  (grup nasyid  perempuan).

Karena tempat tak lagi sekadar mewadahi anak jalanan, Anjalis jadi nama tim nasyid laki-laki, Melati Voice jadi nama tim nasyid perempuan, dan kemudian  melebur berganti nama menjadi  “Sanggar Anak Matahari” di tahun 2006.

Jumlah anak di sanggar matahari saat ini 200 Orang dari beragam latar belakang: anak jalanan, yatim, dhuafa, dan anak-anak sekitar di sanggar. Di Sanggar Matahari diperkenalkan  sebuah  system pengajaran unik  yang mereka  sebut dengan istilah “MLM Kebaikan” yaitu sebuah sistem pengajaran berjenjang, misalnya: 1 anak yg berprestasi membina 10 orang anak lainnya.

source: kickandy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s