pict: iwansusanto.com

Hari ini saya kebagian jatah nganter jamaah urmrah dari kantor. Nganter sich, tapi cuman sampe bandara.🙂 Tapi, bukan soal umrah yang ingin saya ceritakan disini. Saya justru lebih tertarik untuk menceritakan perjalanan pulang saya. Perjalanan yang cukup melelahkan. Huufftthh… yuk kita simak sama-sama ceritanya…

Perjalanan pulang kali ini jauh berbeda dari biasanya. Hal itu tidak lain adalah karena biasanya saya pulang dari kantor dengan sepeda motor, tapi kali ini harus naik angkutan umum. Idealnya sich gak naik angkutan umum juga, karena dari bandara saya satu mobil dengan bos, tersebab satu dan lain hal saya harus turun di Rawasari. Oke, sampai disini gak ada masalah. Dan dari sinilah cerita itu berawal.

Di Rawasari saya menunggu mobil yang langsung lewat Pasar Rebo. Sayangnya, mobil Mayasari P17 yang saya tunggu-tunggu tak kunjung datang. Sekalinya datang, penumpangnya sudah bejubel. “Jangankan duduk, berdiri aja susah,” begitulah kira-kira. Akhirnya aku putuskan menunggu bis berikutnya. Sialnya, bis P17 berikutnya tak kelihatan lagi, saking kecewanya, hamper saja kuputuskan naik PPD jurusan Cililitan. Tapi lagi-lagi kubatalkan karena memang isinya yang sudah bejubel.

Selang beberapa saat kemudian, munculah bis Mayasari (yang aku pikir berseri) P17 Jurusan Pasar Rebo/ Kp. Rambutan yang berputar dari arah berlawanan. “alhamdulillah,” bisikku saat itu. Begitu saya naik, baru kepikiran, kok bisnya ber-AC? Dan saat kusodorkan uang 5ribu-an kok dikembalikan 3ribu? Padahal kan bis AC? Sampai disitu batinku semakin bertanya-tanya, “jangan-jangan salah naik bis?”

Ternyata benar, pas kulihat dengan seksama tulisan di depan kaca bis bukan P17 tapi 177 yang tak lain jurusan Pulo Gadung dari Poris. “innalillahi wainnailayhi raji’un…”, seruku di dalam batin (malu kalau ketahuan salah naik mobil). Emang sih di bawah tulisan 177 itu ada beberapa tulisan yang salah satunya menyebutkan Pasar Rebo. “Tapi ya sudahlah, tak perlu terlalu disesali” pikirku. “toh cuman 2ribu perak”, egoku mencoba mencari pembenaran.

Sepanjang perjalanan, saya berfikir, “dari Pulo Gadung naik apa lagi ya, yang langsung ke Pasar Rebo?”

Setibanya di Pulo Gadung, saya langsung mencari Shelter Busway. Akhirnya kuputuskan naik busway dari Pulo Gadung. Anehnya saya juga belum tau rute busway yang akan saya naiki tersebut. Saya pun bertanya ke petugas busway yang ada di shelter, “Mbak, kalo mau ke Rambutan transit dimana?”. “Cempaka Timur”, jawabnya dengan raut muka sekenanya (potret pelayanan transportasi public di Jakarta). Ya sudahlah, beberapa saat kemudian saya sudah naik dan duduk di dalam bus yang katanya punya mantan gubernur Jakarta ini.

Ternyata, perjalananku ini muter-muter teu pararuguh (Sudanese). Dari Rawasari ke Pulo Gadung, dilanjutkan ke Cempaka Timur (Mas). Dilanjutkan lagi ke Cililitan, padahal naik busway dari Cempaka Mas ke Cililitan lewatin halte busway Rawasari juga hehehe…😀. Perjalanan pun tidak berhenti disana, saya pun harus memastikan saya turun di halte busway yang benar untuk transit ke arah Pasar Rebo.

Saat petugas penjaga pintu busway mengatakan transit terakhir ke rambutan, saya buru-buru turun. Saya lupa nama haltenya, yang pasti satu halte sebelum halte PGC. Di halte ini saya menunggu cukup lama, lebih dari setengah jam, mungkin. Sebelum busway bermuatan penuh itu datang. Sayapun memaksakan diri tetap masuk, saking penuhnya, daun pintu busway tersebut sempat tertahan oleh kakiku. Sepanjang perjalanan saya gak bisa duduk, karena penuh banget. Udah gitu, perjalanan pulangku kali ini ditutup dengan macet sepanjang perjalanan dari Cililitan sampai Pasar Rebo.😦

Mudah-mudahan teman-teman semua tidak harus mengalami salah naik mobil sebagaimana saya hari ini…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s