baksosEPISODE I

Seorang teman seperjuangan yang sudah lama tidak bertemu datang ke sebuah pertemuan menggunakan motor lama (orang lain sering menyebutnya motor butut). Motor keluaran awal tahun 1990. Umur temanku sudah separuh baya, terlihat dari rambutnya yang mulai meninggalkan dunia hitam. Jaketnya masih yang itu-itu saja dari dulu, sekarang ditambah beberapa sobekan disana-sini, karena ia hanya bisa membeli yang harganya terjangkau kantongnya dan itu perlengkapan utamanya setelah helm saat menaiki motor kesayangannya. Setelah memarkirkan kendaraannya dia menghampiri meja registrasi.

Teman-teman panitia menyambutnya dengan penuh hangat. Mereka berpikir ”istiqomah sekali saudaraku ini. Di tengah keterbatasan kendaraannya dia hadir pertama kali pada acara yang penting ini. Ya Allah tetapkanlah kami untuk bisa istiqomah seperti dia. Amin…”

EPISODE II

Sebuah mobil mewah dengan tenang masuk ke ruang parkir. Keluaran teranyar dari pabrikan mobil Eropa. Pintu dibuka, turunlah seorang pria tampan, teduh wajahnya dengan sedikit jenggot, kemejanya rapi bermerek terkenal, Hpnya setingkat di atas Black Berry. Anak dan istrinya dengan santun menyertainya menghampiri meja registrasi.

Teman-teman panitia menyambutnya dengan penuh hangat. Mereka berpikir ”Istiqomah sekali saudaraku ini. Ditengah melimpahnya harta benda duniawi tidak melupakannya hadir pada acara yang penting ini. Padahal mungkin banyak acara penting dan mahal yang juga harus dia hadiri.Ya Allah tetapkanlah kami untuk bisa istiqomah seperti dia. Amin…”

EPISODE III

”Kiri…kiri….. banting kanan…..stop dulu…ya…ya…lagi akh…..kiri lagi…..” suara petugas Kepanduan terdengar sibuk mengatur parkir truk gandeng yang baru memasuki area parkir. Truk gandeng Mitsubishi bermuatan penuh kardus yang siap antar ke pelabuhan telah terparkir rapi di ruang parkir yang memang luas itu. Peluh yang membasahi wajahnya diseka dengan handuk kecil yang sejak jam 4 pagi tadi melilit di lehernya. Satu lagi saudaraku yang dulunya sebagai pengantar air isi ulang hadir di acara ini. Sebelum sampai di meja registrasi ia sempatkan ’mengolesi’ baju dan tangannya dengan parfum non alkohol yang wanginya dia sukai. Ia tidak ingin saudaranya yang lain mencium aroma tidak sedap setelah ia mengambil barang dari gudang tadi. Ia hanya ingin memberikan wajah berseri, senyum yang ikhlas dan aroma yang membahagiakan saudara-saudaranya.

Teman-teman panitia menyambutnya dengan penuh hangat. Mereka berpikir ”istiqomah sekali saudaraku ini. Di tengah kesibukan bekerja dia hadir pada acara yang penting ini. Ya Allah tetapkanlah kami untuk bisa istiqomah seperti dia. Amin…”

Kemiskinan, kekayaan, kesibukan tak mampu mengalahkan seorang akh untuk tetap bersemangat hadir pada acara-acara yang penting. Mereka sadar sesadar-sadarnya bahwa sekecil apapun undangan dari orang/lembaga yang dia percaya dan hormati menuntut kehadirannya sepenuh hati. Lagipula dia tidak memiliki dalih ”ane udah tidak diundang lagi”. Kebesaran hati untuk melaksanakan kewajiban yang sekaligus sebagai hak dia untuk diundang telah memperlancar tercapainya tujuan-tujuannya yang mulia dari da’wah ini.

Panitia dan semua peserta yang hadir tetap menyambut hangat setiap orang yang ditemui. Kemiskinan, kekayaan, kesibukan tak membuat seorang akh membeda-bedakan saudaranya. Mereka sadar sesadar-sadarnya, Allah Ta’ala-lah yang mempergilirkan rezeki kepada semua hamba-Nya. Kehangatan itu mampu membuat saudara yang lain tetap istiqomah dalam da’wah ini. Saudaranya merasa tetap dihargai, diberi tempat, dianggap berguna keberadaannya. Di sini tidak ada tempat bagi para penjilat, pendewa kekayaan, atau penghina si papa, karena semua bersaudara dalam ikatan persaudaraan islam.

Husnuzhan-nya seorang akh kepada akh yang lain menumbuhkan toleransi yang positif. Tidak sesak hatinya karena himpitan su’uzhan. Senantiasa berpikir positip bahwa saudaranya tetap memprioritaskan da’wah ini dari kepentingan apapun bahkan dari diri dan keluarganya sekalipun.

Lahirlah sebuah do’a dari masing-masing al-akh untuk tetap istiqomah dalam jalan da’wah ini saat ia melihat bagaimanapun kondisi al-akhnya. Do’a seperti ini yang mahal dan sangat dibutuhkan agar tegar menghadapi apapun kondisi yang sedang dihadapi da’wah.

Ya Allah masih adakah kumpulan manusia-manusia seperti itu di dunia ini……?
Ya Allah kalau masih ada masukkanlah kami ke dalam kumpulan orang-orang shaleh itu…
Ya Allah kalau kami ada dalam kumpulan itu jadikanlah kami berguna bagi mereka…..
Ya Allah berikan istiqomah pada kami………
Kami tak ingin berpisah dengan mereka…….
Kami ingin mendapat keberkahanMu bersama mereka……
Kami ingin berda’wah bersama mereka…….
Kami sayang dan cinta mereka karena Engkau Ya Allah…..
Kumpulkan kami di dunia yang penuh berkah ini dan di surgaMu yang penuh kenikmatan Ya Allah…..

Robbana Taqobbal Minnaa…Innaka Antas sami’ul ’aliiim….

Mohamadbaharudinpurnomo -mafazaonline-

Pict: PKSPiyungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s