doa

  1. “سَيَكُونُ بَعْدِي قَوْمٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ وَالطَّهُورِ” HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah & Al-Hakim
  2. “Akan ada kaum dari umat ini yang sangat berlebihan dalam berdoa dan bersuci.” HR. ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah & Al-Hakim.
  3. Termasuk berlebihan dalam do’a sehingga tercela adalah merinci permohonan kepada Allah Ta’ala.
  4. Ketika mendengar anaknya berdo’a, “Ya Allah berilah kami istana putih di sisi kanan surga”, ‘Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu ‘anhu >
  5. >> menegur, “Anakku, mintalah kepada Allah surga dan berlindunglah kepada-Nya dari api neraka, sebab aku mendengar >>
  6. >> Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, سَيَكُونُ بَعْدِي قَوْمٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ >>
  7. >> وَالطَّهُورِ Akan ada kaum dari umat ini yang sangat berlebihan dalam berdoa dan bersuci.” | Merinci do’a merupakan salah satu >>
  8. >> contoh tindakan sangat berlebihan dalam do’a. Sesungguhnya generasi sahabat radhiyallahu ‘anhum paling dekat dengan kemurnian Islam.
  9. Sejenak termenung, sudah adakah di zaman kita ini orang yang sangat berlebihan dalam berdo’a sebagaimana diisyaratkan dalam hadis tadi?
  10. Di antara sikap sangat berlebihan dalam berdo’a adalah melakukan apa-apa yang secara nyata bertentangan dengan tuntunan.
  11. Renungi sejenak, “أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا إِنَّهُ مَعَكُمْ” HR. Ahmad, Muslim, dll.
  12. “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidaklah berdo’a kepada Rabb yang tuli, tidak pula ghaib, sesungguhnya Dia bersama kalian.”
  13. Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Muslim dan yang lainnya, mengingatkan kita kepada firman Allah Ta’ala yang melarang >>
  14. >> berzikir dan berdo’a dengan suara keras. Allah Ta’ala berfirman, “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri >>
  15. >> dan rasa takut & dengan TIDAK MENGERASKAN SUARA, di waktu pagi & petang, & janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” QS. 7:205
  16. Hari-hari ini, beberapa kali kudengar sebagian muslimin berdo’a dengan suara keras melengking-lengking, kadang merendah mendayu-dayu, >>
  17. >> lalu tiba-tiba meninggi mengharu-biru. Beranjak-sanjak do’anya, mengisak-isak suaranya, meski tak ada airmata. | Benarkah muhasabah?
  18. Agama kita menuntunkan berdo’a dengan tangan menengadah, tetapi hari ini ada yang memimpin do’a dengan menyuruh orang-orang yang hadir >
  19. > untuk menundukkan kepala pelan-pelan, bila perlu bersujud tanpa sebab syar’i, memejamkan mata, menggenggam tangan sebagaimana >>
  20. >> ritual agama lain. Tidakkah kita jatuh pada sikap berlebihan dalam berdo’a? | Ingin bertutur lebih panjang, tapi belum sanggup.

Beberapa tanggapan:

  • Al-A’raaf (7) ayat 205. “@valenagi: Surat dan ayat brp ustad?“@kupinang: 14. >> Allah Ta’ala berfirman, “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu..”
  • Lirih. Tetap terucap, tapi lirih suaranya. “@resdi99: @kupinang jadi zikir itu yg paling afdol dlm hati atw diucapkan ya…”
  • Lirih. Berarti tetap bersuara. “@PresidenKyai: @kupinang apa bersuara juga di anggap keras??”
  • TADHARRU’. “@PresidenKyai: @kupinang kalimat merendahkan diri itu maksudnya DENGAN tawadhu.. Bkn merendahkan suara”

Kultwit by: Ust. Mohammad Fauzil Adhim

One thought on “Berlebihan dalam Berdo’a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s